Friday, August 25, 2017

Perang sultan agung Vs J.P. Coen

Perang sultan agung Vs J.P. Coen

source:https://www.slideshare.net/adithyawien/wetut

Pemimpin

                  1.       Indonesia

  •       Sultan agung
  •          Tumenggung baureksa
  •          Sura agul-agul
  •          Kyai dipati madirejo
  •          Upa santa

                  2.       Asing (belanda)

  •      J.P. Coen


Sebab-sebab perang
·         Internal
       1.       Mempersatukan seluruh tahan jawa
       2.       Mengusir kekuasaan asing dari bumi nusantara
        
            Eksternal
        1.       Tindakan monipoli yang dilakukan VOC.
        2.       VOC sering menghalang-halangi kapal dagang mataram yang akan berdagang 
                ke malaka.
        3.       VOC menolak untuk mengakui kedaulatan mataram.
        4.       Keberadaan VOC dibatavia telah memberikan ancaman serius bagi masa depan 
               pulau jawa.


Jalannya perang

Pada tahun 1628 telah dipersiapkan pasukan dengan segenap persenjataan dan perbekalan oleh jendral J.P. Coen sebagai pemimpin pasukan VOC. Tepat tanggal 22 agustus 1628 pasukan mataram dibawah pimpinan Tumenggug Baureksa menyerang batavia sehingga pertempuran antara dua pihak tidak dapat dihindarkan.

Di tengah-tengah peperangan pasukan mataram yang lain berdatangan seperti pasukan dibawah Sura Agul-Agul yang dibantu Kyai Dipati Madurareja dan Upa Santa juga datang orang orang sunda dibawah pimpinan Dipati Ukur. Tapi kekuatan tentara VOC lebih unggul sehingga memukul mendur  semua kekuatan pasukan mataram. Tumemnggung Baureksa sendiri gugur dalam pertempuran.

Belajar dari kekalahan terdahulu sultan agung meningkatan jumlah kapal, senjata dan persediaan bahan makanan dari cirebon. Pada tahun 1629 pasukan mataram kembali menuju batavia dipimpin oleh Tumenggung Singaranu, Kiai Dipati Juminah dan Dipati Purbaya. Dengan segera VOC mengirim kapal perang untuk menghancurkan lumbung-lumbung yang dipersiapkan pasukan mataram. 400 rumah penduduk dan sebuah lumbung beras, tetapi mataram berhasil menghancurkan benteng Holandia dan mengepung benteng Bommel.

Pada saat mengepung benteng Bommel terdengar berita bahwa J.P Coen meninggal pada tanggal 21 september 1629 namun Voc tetap menang dalam peperangan kedua ini. Sultan Agung dan pasukannya melakukan perlawanan kembali terhadap VOC. Sayangnya Sultan Agung meninggal pada tahun 1645 tetapi VOC dapat mengalahkan mataram. Sultan Agung digantikan Sultan Agung Amengkurat 1 yang memerintah pada tahun 1646-1677.
   



Akhir perang

Yang terbunuh
     1.    J.P. Coen (serangan jantung)
     2.    Sultan agung (tahun 1645)
     3.    Tumenggung baureksa (meninggal gugur dalam pertempuran)

Pihak yang menang
     1. VOC

Pihak yang kalah
     1. Mataram

Perjanjian
     1. Tidak ada perjanjian yang dilakukan





0 comments

Post a Comment