Tuesday, July 31, 2018

Pengertian Struktur dan Unsur Cerpen beserta Contohnya



Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang cerpen. yaitu tentang pengetian, struktur dan unsur-unsur cerpen.baiklah langsung saja ke materi nya.

A. Pengertian Cerpen
      Cerpen singkatan dari Cerita Pendek adalah cerita yang mengisahkan konflik para pelaku/ tokoh tetapi pada umumnya tidak mengakibatkan perubahan nasib pelaku utama. Cerita pendek alumya tunggal (tidak ada alur cabang). tidak ada degresi. tokohnya tidak banyak dan biasanya bisa selesai dibaca dalam sekali duduk atau sekali baca. Untuk memahami cerpen dibutuhkan pemahaman mengenai unsur-unsur ekstrinsik seperti latar belakang kehidupan pencipta/pengarang (pendidikan. pengalaman. agama, politik. ideologi. pandangan hidup dsb) dan keadaan ekonomi, sosial, budaya, politik pada zaman/masa penciptaan.

Tidak tertutup kemungkinan bahwa dengan memahami suatu karya kita akan mengenal agama penulis. pandangan-pandangan atau sikap hidup penulis terhadap suatu persoalan, keadaan sosial“-budaya atau tradisi masyarakat yang sesungguhnya pada masa penciptaan. dsb.
Pemahaman terhadap faktor-faktor eksternal (ekstrinsik) suatu karya akan berguna untuk memahami suatu karya lebih mendalam. memperkaya informasi dalam pembuatan resensi, serta menilai lebih cermat baik tidaknya karya itu untuk dikonsumsi/dibaca publik.

B. Struktur Cerpen

Struktur teks cerita pendek pada umumnya sama dengan struktur teks yang ada pada novel dan roman, Jalan cerita/struktur teks cerita pendek terbagi ke dalam bagian-bagian sebagai berikut:
  • Pengenalan situasi cerita(exposition) pengarang memperkenalkan para tokoh. menata adegan dan hubungan antara tokoh.
  • Pengungkapan peristiwa (complication) penyajian peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah. pertentangan ataupun kesukaran-kesukaran bagi para tokohnya.
  • Menuju adanya konflik (rising action) terjadi peningkatan perhatian , kegembiraan. kehebohan. ataupun keterlibatan berbagai situasi yang menyebabkan bertambahnya kesukaran tokoh.
  • Puncak konflik (climax) puncak peristiwa. pada ini pula ditentukannya perubahan nasib beberapa tokohnya.
  • Penyelesaian (ending) sebagai akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan tentang nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu.
    C. Unsur-unsur Cerpen

    1. Unsur Intrinsik Cerpen

    Menulis cerpen dengan memerhatikan unsur-unsurnya! Sebelum kalian berlatih untuk memproduksi cerpen baik lisan maupun tulisan, pada bab ini Anda diajak untuk memahami unsur-unsur yang ada pada cerita pendek antara lain :
    • Tema : pokok gagasan/inti permasalahan yang menjadi dasar pengembangan cerpen.   
    • Plot/alur/jalan cerita : urutan cerita yang didasari hubungan sebab-akibat.
    • Penokohan : gambaran sifat, pembawaan, atau sikap tokoh.
    • Setting atau latar : tempat, waktu, dan suasana yang melatarbelakangi terjadinya cerita.
    • Point of view atau sudut pandang : posisi pengarang dalam membawakan cerita.
    • Amanat : pesan yang ingin disampaikan pengarang. Amanat bisa berupa harapan, nasihat, saran, kritik, dan sebagainya.
    2. Unsur Ekstrinsik Cerpen
      Keenam unsur tersebut biasa diistilahkan dengan unsur intrinsik cerpen. Di samping itu, cerpen juga mengandung unsur ekstrinsik. Unsur ini turut memengaruhi terhadap penciptaan suatu cerpen. Unsur tersebut antara lain :
      • latar belakang kehidupan pengarang
      • keadaan sosial-bidaya ketika karya sastra itu diciptakan.
      D. Contoh Cerpen

      Baik Luar Dalam

      Di suatu siang yang cerah, dua orang gadis bernama Rara dan Tina tengah mengerjakan tugas sekolah di rumah Rara. Mereka mengerjakan dengan serius dan suasana nampak hening. Kemudian, seorang perempuan yang tidak lain adalah teman mereka berdua bernama Sinta. Namun, Rara seolah tidak mempedulikan kehadiran Sinta tersebut.

      “Ra, itu di depan ada Sinta sedang nyariin kamu. Buruan kamu temui dia. Sudah sejak tadi dia nungguin kami di sana.” Ujar Tina yang tengah mengerjakan tugas di rumah Rara.
      “Bi, bilang saja ke Sinta yang ada di depan rumah kalau aku sedang pergi kemana atau gak ada gitu ya.” Pinta Rara kepada Bibi yang bekerja sebagai pembantu di rumahnya.

      “Iya Non. Bibi sampaikan.”

      “Ra, kenapa kamu seperti itu sama Sinta. Dia pastinya sudah datang jauh-jauh. Kenapa kamu usir. Gak enak kan. Kasihan dia. Dia juga anak yang baik Ra.” Ujar Tina menasihati Rara.

      “Dari luarnya dia memang orang yang baik, ramah dan juga manis. Tapi masa kamu mengukur sifat seseorang hanya dengan itu saja. Dia itu manis di luar namun di dalamnya pahit tahu.” Jawab Rara setengah sinis.

      “Pahit gimana Ra?” Ujar Tina kembali bertanya.

      “Dia itu sering membicarakan keburukan orang lain. Bahkan di belakang ia sering membicarakan temannya sendiri. Pokoknya banyak yang tidak dapat aku jelaskan Tin. Lihat saja diri kamu. Kamu memang judes, ceplas ceplos denganku. Namun setidaknya kamu memiliki hati yang tulus Tin. Bukan sahabat yang dari luarnya baik namun dalamnya busuk. Dalam berteman, aku tidak membutuhkan tampilan luar seseorang Tin.” Jelas Rara kepada Tina.

      Demikian artikel kali ini semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman semua dan tentunya menambah wawasan tantang cerpen ini.saya harap teman-teman semua tetap semangat untuk belajar belajar dan belajar. See You...
      " Sampaikanlah Ilmu walaupun Sedikit daripada tidak sama sekali"

      0 comments

      Post a Comment