Recent Posts

    Cara menentukan simpulan pada paragraf


    Cara Menentukan Simpulan pada Paragraf - Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan materi bahasa indonesia tentang cara menarik kesimpulan pada paragraf. ada yang bertanya, Sebutkan dan jelaskan cara menarik kesimpulan pada paragraf ?

    Untuk menjawab pertanyaan diatas ada jenis penalaran dalam menentukan simpulan. Dalam proses menarik suatu simpulan bisa dilakukan dengan penalaran logis dan sistematika. Dari proses pengambilan simpulan itu, penalaran ddbedakan menjadi dua penalaran yaitu penalaran induktif dan deduktif.

    1. Penalaran Induktif

    Penalaran induktif adalah proses penalaran yang bertolak dari peristiwa-peristiwa yang sifatnya khusus menuju pernyataan atau simpulan umum. Berikut cara penalaran induktif antara lain :

    a. Generalisasi

    Proses penalaran yang betolak dari sejumla fakta atau gejala khusus yang diamati lalu ditarik simpulan umum. Generalisasi merupakan pola pengembangan sebuah paragraf yang dibentuk melalui penarikan sebuah gagasan atau simpulan umum berdasarkan perihal atau kejadian.

     Contoh : Pemerintah mendirikan sekolah sampai ke pelosok. Puskesmas didirikan di mana-mana. Lapangan kerja baru diciptakan. Pembangunan rumah ibadah diperbanyak atau dibantu pemerintah. Memang menjadi tugas pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

    Simpulan pada paragraf diatas adalah  "Memang menjadi tugas pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat".

    b. Analogi

    Proses penalaran yang berdasar pada pembagian dan terhadap sejumlah gejala khusus yang memiliki kesamaan, kemudian ditarik simpulan. Analogi merupakan perbandingan dua hal yang berbeda, tetapi masih memperlihatkan kesamaan segi atau fungsi dari kedua hal yang dibandingkan. Dua hal yang dibandingkan tersebut berbeda, tetapi memiliki banyak persamaan. Berdasarkan banyak kesamaan tersebut, ditariklah suatu kesimpulan.

    Contoh :

    Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki, ada saja rintangan seperti jalan yang licin yang membuat seseorang jatuh. Ada pula semak belukar yang sukar dilalui. Dapatkah seseorang melaluinya ? Begitu pula bila menuntut ilmu, seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitan memahami pelajaran, dan sebagainya. Apakah Dia sanggup melaluinya ? Jadi, menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung yaitu banyak rintangan untuk mencapai puncaknya.

    c. Sebab-Akibat

    Proses penalaran yang dimulai dengan menggunakan fakta yang berupa sebab dan sampai pada simpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya.

    Contoh :

    Bangsa Indonesia suka berkelompok. Kepentingan perorangan ada, tetapi kalau kepentingan bersama membutuhkan, Kepentinagn bersama didahulukan. Dengan demikian antara kepetingan perorangan dan kepentingan bersama berjalan serasi. Oleh karena itu, untuk melakukan sesuatu secara bersama, secara terkoordinir dengan baik.

    2. Penalaran Deduktif

    Penalaran Deduktif adalah penalaran yang bertolah dari pernyataan yang bersifat umum menuju pada pernyataan atau simpulan khusus. Penalaran deduktif dibedakan menjadi 2 yaitu :

    a. Menarik simpulan berdasarkan satu premis, Premis adalah pernyataan yang mendasari penalaran untuk menarik simpulan.

    Contoh :

    Premis : Bujur sangkar adalah segi empat sisi
    Simpulan   : 

    1. Bujur sangkar pasti segi empat, tetapi segi empat belum tentu bujur sangkar.
    2. Segi empat yang sisi-sisinya horizontalnya tidak sama panjang dengan tegak lurusnya bukan bujur sangkar.
    b. Menarik simpulan berdasarkan dua premis atau lebih, dalam hal ini digunakan penalaran Silogisme.

    1. Silogisme Kategorial

    Premis umum/Premis khusus/ Simpulan
    • Premis umum : A = B
    • Premis Khusus: C = A
    • Kesimpulan : C = B
    Keterangan :
    A : Semua anggota golongan tertentu.
    B : Sifat atau kegiatan A.
    C : Seseorang atau bagian dari A.

    Conntoh : 
    PU : Semua professor pandai.
    PK : Prof. Dr. B.J Habibie seorang professor.
      K : Prof. Dr. B.J Habibie pandai.

    Silogisme yang diperpendek disebut entinem.
    Contoh : C = B karena C = A , Prof. Dr B.J Habibie pandai karena beliau seorang professor.

    2. Silogisme Alternatif
    PU : Kegagalan panen daerah itu selalu disebabkan oleh banjir atau serangan hama.
    PK : Tahun ini kegagalan panen daerah itu tidak disebakan oleh banjir.
      K : Kegagalan panen daerah itu disebabkan oleh serangan hama.

    3. Silogisme Hipotesis
    PU : Jika hari ini tidak hujan, saya datang e rumahmu.
    PK : Hari ini hujan.
      K : Saya tidak datang kerumahmu.





    Belum ada Komentar untuk "Cara menentukan simpulan pada paragraf"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan link

    Iklan Bawah Artikel